Internasional

Khamenei Buka Suara soal Demo Iran: Ribuan Tewas, Kematian Terjadi Tak Manusiawi

143
×

Khamenei Buka Suara soal Demo Iran: Ribuan Tewas, Kematian Terjadi Tak Manusiawi

Sebarkan artikel ini
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei saat berpidato dalam siaran televisi di Teheran, 18 Juni 2025, ketika perang Israel-Iran berkecamuk.(KHAMENEI.IR via AFP)

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei untuk pertama kalinya mengakui ribuan orang tewas dalam gelombang protes terbaru di Iran.

Dalam pidato pada Sabtu (17/1/2026), ia menyebut kematian itu terjadi dengan cara yang tidak manusiawi dan menuding Amerika Serikat (AS) serta Israel sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Khamenei mengatakan “mereka yang terkait dengan Israel dan AS” menyebabkan kerusakan besar dan menewaskan beberapa ribu orang, seperti dikutip media pemerintah Iran.

Ia juga menyebut Presiden AS Donald Trump sebagai “penjahat” dan menegaskan AS harus dimintai pertanggungjawaban atas korban jiwa, kerusakan, dan fitnah terhadap bangsa Iran.

Respons aparat terhadap demonstrasi itu disebut menewaskan 3.090 orang menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia Iran (HRANA) yang berbasis di AS.

Sejumlah kelompok aktivis memperkirakan jumlah korban tewas lebih tinggi, tetapi pemadaman internet membuat informasi di lapangan sulit dipastikan.

Protes yang pecah sejak 28 Desember awalnya dipicu persoalan ekonomi, lalu berkembang menjadi seruan mengakhiri kekuasaan pemimpin tertinggi Iran. Pemerintah Iran menyebut demonstrasi tersebut sebagai “kerusuhan” yang didukung musuh-musuh negara itu.

Para pengunjuk rasa dilaporkan menghadapi kekerasan mematikan dan BBC Persian serta BBC Verify memverifikasi video pasukan keamanan yang menembaki demonstrasi.

Iran juga mengalami pemadaman internet dan layanan komunikasi hampir total sehingga laporan dari lapangan menjadi terbatas.

Menurut pemantau siber NetBlocks, konektivitas internet Iran pada Sabtu hanya sekitar 2 persen dari tingkat normal. Kerusuhan dilaporkan menurun dalam beberapa hari terakhir, tetapi situasi belum sepenuhnya jelas karena akses internet masih dibatasi.

Seorang perempuan di Shiraz, Iran barat daya, mengatakan kepada BBC Persian bahwa pasukan keamanan masih berpatroli dengan sepeda motor. Ia menyebut situasi secara umum telah kembali normal meski pengawasan tetap terlihat.

Trump belum menanggapi pernyataan Khamenei dan BBC menyatakan telah menghubungi Gedung Putih untuk meminta komentar.

Departemen Luar Negeri AS pada Sabtu juga mengatakan pihaknya mendengar laporan Iran menyiapkan opsi untuk menargetkan pangkalan Amerika.

AS memperingatkan Iran akan menghadapi “kekuatan yang sangat, sangat dahsyat” jika melancarkan serangan semacam itu.

Washington juga meminta Teheran untuk tidak “bermain-main dengan Presiden Trump”.

Sebelumnya, Trump mengatakan telah diberi tahu pembunuhan di Iran telah berhenti, tetapi ia tidak mengesampingkan tindakan militer terhadap Iran.

Pernyataan itu muncul setelah AS dan Inggris mengurangi jumlah personel di pangkalan udara Al-Udeid di Qatar sebagai langkah pencegahan, menurut pejabat yang dikutip CBS News.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *