Kaltara

Akurasi Data Aset Daerah Lebih Penting Dibanding Nilai Nominal

19
×

Akurasi Data Aset Daerah Lebih Penting Dibanding Nilai Nominal

Sebarkan artikel ini

TANJUNG SELOR โ€“ Pemerintah Provinsi Kaltara (Pemprov Kaltara) Tegaskan Pengelolaan Aset Bukan Soal Target Angka, Kelengkapan Data Jadi Kunci, BKAD Kaltara Fokus Tertibkan Administrasi Aset.

 

Berkomitmen pada tujuan utama justru memastikan seluruh aset daerah memiliki data dan administrasi yang lengkap, akurat, serta dapat dipertanggungjawabkan.

 

Kepala Subbidang Penatausahaan Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara, Windha Afrina, secara analisis pemerintah daerah memang memiliki target tahunan dalam pengelolaan aset. Namun, target tersebut tidak ditetapkan dalam bentuk nominal tertentu.

 

โ€œBukan target harus mencapai berapa, misalnya Rp100 miliar. Target dalam kinerja aset itu dalam bentuk laporan secara jelas dan terbukti akurat,โ€ jelasnya.

 

Menurutnya, sebuah laporan menjadi bagian penting dalam seluruh rangkaian penatausahaan kekayaan daerah. Proses tersebut dimulai sejak tahap perencanaan hingga pencatatan aset dalam laporan keuangan pemerintah daerah.

 

Data yang telah melalui proses perencanaan kemudian harus tercermin dalam laporan keuangan, termasuk pada neraca aset tetap maupun aset lainnya. Salah satu dokumen penting dalam proses tersebut adalah rencana kebutuhan barang milik daerah.

 

โ€œKarena itu, kualitas administrasi menjadi salah satu indikator penting dalam pengelolaan kekayaan pemerintah,โ€ jelasnya.

 

Kondisi tersebut sekaligus menuntut setiap perangkat daerah untuk menjalankan tanggung jawab administratif secara tertib. Setiap unit pengguna barang harus memastikan data yang disampaikan kepada pengelola aset benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

โ€œSetiap unit pengguna barang perlu memastikan informasi yang disampaikan kepada pengelola aset benar dan dapat dipertanggungjawabkan, Setiap aset yang dimiliki pemerintah daerah harus dapat diketahui secara jelas, mulai dari jenis, lokasi, status hingga penggunaannya. ,โ€ bebernya.

 

Salah satu penerapannya dilakukan melalui inventarisasi aset tanah milik Pemprov Kaltara. Dalam kegiatan tersebut, BKAD tidak menetapkan target berdasarkan nilai rupiah, melainkan memastikan tersedianya data mengenai tanah yang dimiliki pemerintah provinsi.

 

โ€œData tersebut kemudian menjadi bahan untuk memperbaiki pencatatan dan menyusun informasi aset dalam laporan pemerintah daerah, lalu pemerintah tidak hanya mengetahui total nilai kekayaan daerah, tetapi juga memiliki gambaran rinci mengenai aset yang berada dalam penguasaannya,” katanya.

 

Windha menambahkan, penataan aset merupakan pekerjaan berkelanjutan. Data harus terus diperbarui seiring adanya penambahan barang, perubahan penggunaan, pemanfaatan maupun perubahan status aset.

 

Sebab itu, pengelolaan aset daerah tidak semata-mata berbicara mengenai besarnya kekayaan pemerintah. tidak kalah penting adalah memastikan setiap aset tercatat, memiliki informasi yang jelas, dan didukung administrasi yang tertib.

 

โ€œKelengkapan laporan menjadi fondasi agar pemerintah dapat mengetahui posisi aset secara lebih jelas sekaligus mempertanggungjawabkan pengelolaannya kepada publik,โ€ pungkasnya. Rk

ย 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *