Bulungan

Pemkab Bulungan dan WRI Indonesia Mantapkan Kolaborasi untuk Lingkungan dan Pertanian Berkelanjutan

116
×

Pemkab Bulungan dan WRI Indonesia Mantapkan Kolaborasi untuk Lingkungan dan Pertanian Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, infosisi.com – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus memperkuat langkah menuju pembangunan hijau dan berkelanjutan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pertanian, Pemkab Bulungan bersama World Resources Institute (WRI) Indonesia menggelar diskusi tindak lanjut kerja sama strategis yang berlangsung di Wisma PMI Jakarta, Rabu (22/10/2025).

Pertemuan ini merupakan bagian dari tindak lanjut Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah ditandatangani sebelumnya antara Pemerintah Kabupaten Bulungan dan WRI Indonesia.

Kerja sama ini bertujuan memperkuat program pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor lingkungan hidup, pengelolaan sumber daya alam, dan pertanian yang berkelanjutan serta berkeadilan.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bulungan, Syarwani, S.Pd, M.Si, didampingi Sekretaris Daerah, Risdianto, S.Pi, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Dalam pertemuan itu, berbagai program kerja strategis dibahas untuk disinergikan antara WRI Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Bulungan yakni. Sinergi Pemantauan Tutupan Lahan (SI PATUH) Bulungan Hijau, yang bertujuan meningkatkan kualitas pengelolaan sumber daya alam serta menjaga kelestarian lingkungan.

Penguatan Tata Kelola Air melalui pengembangan Skema Imbal Jasa Air Yurisdiksi, sebagai upaya menciptakan sistem pengelolaan air yang berkeadilan, inklusif, dan berkelanjutan.
Pendekatan Berpikir Sistem untuk Sistem Pangan Lestari, guna memperkuat ketahanan pangan lokal dan mendukung transformasi sistem pangan yang ramah lingkungan.

Percepatan Pendaftaran Pekebun melalui E-STDB, agar rantai pasok komoditas pertanian dan perkebunan di Bulungan menjadi lebih transparan, berkelanjutan, dan berpihak pada pekebun kecil.

Dalam arahannya, Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd, M.Si menegaskan bahwa kolaborasi antara Pemkab Bulungan dan WRI Indonesia bukan hanya kerja sama teknis, tetapi juga bentuk komitmen moral pemerintah daerah terhadap masa depan lingkungan dan masyarakat.

“Bulungan memiliki sumber daya alam yang luar biasa. Tantangan kita hari ini adalah bagaimana mengelolanya dengan cara yang lebih bijak, lebih berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Bupati Syarwani.

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan tidak hanya berbicara soal ekonomi, tetapi juga tentang tanggung jawab antargenerasi.

“Setiap kebijakan yang kita ambil hari ini harus berpihak pada generasi mendatang. Karena pembangunan sejati adalah ketika anak cucu kita masih bisa menikmati alam yang sama bahkan lebih baik dari kita hari ini,” tegasnya.

Bupati Syarwani juga menyampaikan apresiasi terhadap dukungan dan pendampingan dari WRI Indonesia yang selama ini aktif membantu pemerintah daerah dalam merancang dan memperkuat kebijakan berbasis data serta pendekatan ilmiah.

“Melalui kerja sama dengan WRI Indonesia, kita ingin memastikan setiap kebijakan dan program daerah memiliki dampak langsung terhadap perbaikan lingkungan dan kesejahteraan petani,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Bulungan ingin menjadi contoh nyata di Kalimantan Utara dalam penerapan pembangunan hijau yang seimbang antara ekonomi, sosial, dan ekologi.

“Kami ingin Bulungan menjadi contoh bagaimana daerah bisa tumbuh maju tanpa harus merusak alamnya. Kolaborasi ini menjadi momentum penting bagi kita untuk memperkuat tata kelola lingkungan, air, dan pangan yang lebih adil dan berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati juga menyoroti pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga kelestarian lingkungan, termasuk masyarakat adat, petani, dan dunia usaha.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap petani, pekebun, dan masyarakat adat mendapatkan ruang dan manfaat dalam pembangunan yang kita jalankan. Pembangunan berkelanjutan bukan tugas satu instansi, melainkan gerakan bersama seluruh elemen masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa inovasi dan pemanfaatan teknologi seperti SI PATUH dan E-STDB akan menjadi bagian penting dari transformasi menuju tata kelola sumber daya alam yang lebih modern dan akuntabel.

“Program seperti SI PATUH dan E-STDB bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang tanggung jawab bersama menjaga bumi Bulungan tetap lestari dan produktif,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *