Kaltara

Kondisi Gedung BPSDM Kaltara Memprihatinkan, Retak-Retak dan Atap Rusak

202
×

Kondisi Gedung BPSDM Kaltara Memprihatinkan, Retak-Retak dan Atap Rusak

Sebarkan artikel ini

TANJUNG SELOR – Kondisi fisik gedung Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kalimantan Utara yang menjadi objek penyelidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltara tampak memprihatinkan. Dari luar, bangunan ini terlihat kokoh, namun di bagian dalamnya, sejumlah kerusakan sudah terjadi, mulai dari lantai yang retak, atap yang bocor, hingga struktur yang mengalami penurunan.

Kepala BPSDM Kaltara, Rohadi, mengungkapkan bahwa sejak ia mulai berkantor di gedung tersebut pada Oktober 2024, kondisi bangunan sudah dalam keadaan rusak. “Harus berhati-hati, karena memang ada lantai yang rusak saat saya baru masuk. Itu sedang diperbaiki,” ujarnya saat ditemui Koran Kaltara, Rabu (19/2).

Ia menjelaskan bahwa jika dilihat dari luar, gedung tersebut memang tampak bagus. Namun, jika diperiksa lebih dekat, berbagai kerusakan terlihat jelas. “Kalau dilihat dari depan memang tampak bagus, tapi kalau kita masuk, ada bagian yang retak-retak, lantainya turun, dan atapnya rusak,” tambahnya.

Merurut Rohadi, sebelum digunakan oleh BPSDM Kaltara, gedung ini sempat mengalami renovasi pemeliharaan oleh Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Utara. Namun, perbaikan tersebut tampaknya belum cukup untuk mengatasi masalah struktural yang ada.

β€œMemang tempat ini kita disuruh tempati karena sebelumnya teman-teman dari BKPSDM selalu berpindah-pindah dan mengontrak setiap tahun. Jadi saat pertama kali kami masuk ke gedung ini, kondisinya sudah retak-retak,” jelasnya.

Meskipun ada kekhawatiran soal kelayakan bangunan, pihak BPSDM tetap menggunakan gedung tersebut. β€œTerlepas dari layak atau tidaknya, gedung ini sudah dijadikan kantor. Mau tidak mau, kita tempati daripada harus terus mengontrak, hanya saja saat berada di dalam, kita harus lebih berhati-hati,” pungkas Rohadi.

Kondisi gedung ini semakin menjadi perhatian setelah Kejati Kaltara mengusut dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunannya yang menelan anggaran lebih dari Rp8 miliar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *