Opini

Ketahanan Energi di Tengah Geopolitik Global

12
×

Ketahanan Energi di Tengah Geopolitik Global

Sebarkan artikel ini
Ady Kurniawan

Di tengah dinamika geopolitik global yang semakin tidak menentu, mulai dari konflik kawasan hingga masalah jalur distribusi energi dunia, ketahanan energi tidak lagi sekadar isu teknis, melainkan telah menjelma menjadi persoalan strategis yang menyangkut kedaulatan negara. Ketergantungan terhadap rantai pasok global membuat negara-negara, termasuk Indonesia, harus bersiap menghadapi fluktuasi harga dan gangguan distribusi energi yang bisa terjadi kapan aja.

Dalam hal ini peran negara menjadi sangat krusial. Negara tidak boleh diam dalam merespons perubahan global. Meski tantangan yang dihadapi tidak ringan, penurunan permintaan akibat transisi energi di satu sisi, serta peningkatan kapasitas produksi global di sisi lain, menuntut adaptasi yang cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Sebagai kader HMI kita tidak boleh melihat persoalan energi hanya dari sudut pandang teknokratis. Energi adalah bagian dari keadilan sosial. Ketika distribusi energi tidak merata, harga tidak terjangkau, atau akses terbatas di daerah terpencil, maka yang terdampak adalah masyarakat kecil.

Oleh karena itu, ketahanan energi harus dimaknai sebagai upaya mewujudkan kesejahteraan umat secara kolektif, sejalan dengan nilai keislaman dan keindonesiaan yang menjadi dasar perjuangan HMI.

HMI sebagai organisasi mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agent of change dan agent of control. Kader HMI harus hadir sebagai penggerak kesadaran masyarakat sekaligus mitra kritis pemerintah. Diskursus energi harus terus dibangun di ruang-ruang intelektual kampus maupun ruang publik, agar kebijakan energi tidak hanya elitis, tetapi juga partisipatif dan berkeadilan.

Pada akhirnya, ketahanan energi bukan hanya tentang memastikan ketersediaan bahan bakar, tetapi juga tentang menjaga kedaulatan bangsa di tengah tekanan global. Di sinilah peran kader HMI diuji: apakah hanya menjadi penonton dari dinamika global, atau tampil sebagai pelaku perubahan yang mampu menjawab tantangan zaman dengan gagasan serta aksi nyata dilapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *