Bulungan

Bupati Bulungan Tegur ASN Tinggalkan Upacara Sebelum Selesai, Sanksi Pemotongan TPP Mengancam

39
×

Bupati Bulungan Tegur ASN Tinggalkan Upacara Sebelum Selesai, Sanksi Pemotongan TPP Mengancam

Sebarkan artikel ini

TANJUNG SELOR, infosisi.com – Bupati Bulungan, Syarwani, menegur sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang meninggalkan barisan sebelum upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan selesai dilaksanakan di Kebun Raya Bundayati.

Teguran itu disampaikan langsung oleh Syarwani dari podium upacara. Ia menyayangkan sikap sejumlah ASN yang keluar dari lapangan, padahal pemimpin upacara belum menyatakan seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

β€œDari podium saja, sebelum dibubarkan oleh pemimpin upacara, banyak teman-teman ASN sudah keluar dari lapangan ini. Itu yang saya tegur,” ujar Syarwani.

Menurutnya, peringatan hari jadi daerah tidak seharusnya dipandang hanya sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap daerah yang menjadi tempat ASN mengabdi, sehingga seluruh aparatur pemerintah semestinya mengikuti kegiatan dengan penuh tanggung jawab.

Syarwani menilai, mengikuti upacara selama kurang lebih dua jam bukanlah hal yang memberatkan bagi ASN. Terlebih, peringatan hari jadi Kabupaten Bulungan hanya dilaksanakan sekali dalam setahun.

β€œUntuk berdiri sekitar dua jam saja, itu pun setengah hati. Apalagi ini hari jadinya Kabupaten Bulungan, seharusnya dihormati. Bagaimana kita menyuruh orang lain menghormati daerah ini kalau kita sendiri tidak menghormatinya?” tegasnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Syarwani menyatakan akan menginstruksikan seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan pendataan terhadap ASN yang tidak hadir dalam upacara maupun yang meninggalkan barisan sebelum seluruh rangkaian kegiatan selesai.

Ia juga mengungkapkan kemungkinan penerapan sanksi berupa pemotongan tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi ASN yang tidak menunjukkan kedisiplinan dalam mengikuti kegiatan resmi pemerintahan tersebut.

β€œMungkin nanti kami buat kebijakan, ASN yang hadir maupun tidak hadir akan dipotong saja tunjangan penghasilannya,” bebernya.

Syarwani menegaskan bahwa pemerintah daerah telah memberikan hak dan tunjangan kepada ASN. Oleh sebab itu, para aparatur juga dituntut menjalankan kewajiban secara disiplin, termasuk menaati ketentuan dalam setiap kegiatan resmi yang diselenggarakan pemerintah daerah.

Ia mengingatkan, ASN memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi teladan bagi masyarakat. Sikap tidak tertib dan meninggalkan upacara sebelum dinyatakan selesai dinilai tidak mencerminkan etika maupun penghormatan terhadap daerah.

β€œTentu etikanya tidak baik. Ini bukan hari jadi orang lain, ini hari jadi kita. Kita sebagai warga Bulungan juga mengabdi di pemerintahan, dan ASN-lah yang harus menjadi contoh keteladanan,” pungkasnya. (*)

Β 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *