Tanjung Selor, 28 Juni 2025 – Lautan manusia memenuhi ruas jalan utama Kota Tanjung Selor, Sabtu (28/6), dalam kemeriahan Pawai Taaruf 1 Muharram 1447 Hijriah. Lebih dari 4.670 peserta dari 46 kelompok tumpah ruah dalam nuansa keislaman yang kental, membawa semangat persatuan dan syiar damai di jantung Ibu Kota Kalimantan Utara.
Diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Bulungan bekerja sama dengan Pemkab Bulungan dan Pemprov Kaltara, pawai ini mengambil titik awal di Lapangan A. Yani dan finish di Lapangan Agatish. Kegiatan tahunan ini tak sekadar seremoni, namun menjadi panggung kebersamaan masyarakat Benuanta dalam bingkai nilai-nilai Islami.
Dengan mengusung tema besar “Perkuat Solidaritas dan Kerukunan, Bersinergi Membangun Benuanta Religi,” pawai ini menggambarkan wajah Islam yang damai, rukun, dan penuh semangat kolaborasi.
Ketua PHBI, H. Samsudin, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya mengajak masyarakat menjadikan momen ini sebagai refleksi penting bagi kemajuan daerah.
“Kita harus perkuat solidaritas dan persatuan untuk bersama-sama membangun Benuanta yang religi,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan sepanjang jalur pawai.
“Ini bukan sekadar pawai, ini syiar. Mari kita jaga lingkungan kita. Bersih adalah bagian dari iman.”
Pelepasan peserta dilakukan oleh Asisten I Sekda Bulungan, H. Jamal, SH., M.AP., mewakili Bupati. Ia menyampaikan apresiasi atas antusiasme dan kekompakan warga.
“Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari Kementerian Agama, OPD, sekolah, masjid, hingga masyarakat yang telah bersinergi menyukseskan kegiatan ini,” ucap Jamal.
Ia juga menyelipkan pesan penuh makna kepada peserta
“Mari tunjukkan bahwa umat Islam adalah umat yang cinta damai, cinta ketertiban, dan cinta kebersihan. Bahkan jika ada sampah di jalan, mari kita ambil dan buang pada tempatnya.”
Pawai Taaruf tahun ini juga menjadi sorotan di media sosial. Deretan video dan foto dari warga serta akun resmi Pemkab Bulungan menunjukkan kemeriahan peserta yang mengenakan busana muslim, membawa spanduk dakwah, hingga penampilan seni bernuansa Islami. Warganet menyambut positif acara ini, menyebutnya sebagai “pawai akbar yang menyejukkan hati.”
Pawai Taaruf 1 Muharram 1447 H ini bukan hanya tradisi tahunan, melainkan juga ruang ekspresi spiritual dan sosial yang memperkuat ikatan warga. Di tengah tantangan zaman, kebersamaan seperti ini menjadi napas penting dalam membangun daerah yang religius, harmonis, dan peduli terhadap nilai-nilai luhur.












